Selasa, 12 April 2011

PENGERTIAN KARYA ILMIAH

BAB I
PENGERTIAN KARYA ILMIAH

PENDAHULUAN

Karya Ilmiah terbagi atas karangan ilmiah dan laporan ilmiah.

BATASAN

Karangan Ilmiah

Karangan ilmiah adalah salah satu jenis karangan yang berisi
serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh sesuai dengan sifat
keilmuannya. Suatu karangan dari hasil penelitian, pengamatan, ataupun
peninjauan dikatakan ilmiah jika memenuhi syarat sebagai berikut :
1. penulisannya berdasarkan hasil penelitian;
2. pembahasan masalahnya objektif sesuai dengan fakta;
3. karangan itu mengandung masalah yang sedang dicarikan pemecahannya;
4. baik dalam penyajian maupun dalam pemecahan masalah digunakan
metode tertentu;
5. bahasanya harus lengkap, terperinci, teratur, dan cermat;
6. bahasa yang digunakan hendaklah benar, jelas, ringkas, dan tepat
sehingga tidak terbuka kemungkinan bagi pembaca untuk salah tafsir.

Melihat persyaratan di atas, seorang penulis karangan ilmiah
hendaklah memiliki ketrampilan dan pengetahuan dalam bidang :
1. masalah yang diteliti,
2. metode penelitian,
3. teknik penulisan karangan ilmiah,
4. penguasaan bahasa yang baik.

Laporan ilmiah

Di samping istilah karangan ilmiah terdapat pula istilah laporan
ilmiah. Apakah kedua istilah ini sama maknanya ? Untuk jelasnya, lebih
baik dikaji lebih dahulu apakah laporan itu. Laporan ialah suatu
wahana penyampaian berita, informasi, pengetahuan, atau gagasan dari
seseorang kepada orang lain. Laporan ini dapat berbentuk lisan dan
dapat berbentuk tulisan. Laporan yang disampaikan secara tertulis
merupakan suatu karangan.. Jika laporan ini berisi serangkaian hasil
pemikiran yang diperoleh dari hasil penelitian, pengamatan ataupun
peninjauan, maka laporan ini termasuk jenis karangan ilmiah. Dengan
kata lain, laporan ilmiah ialah sejenis karangan ilmiah yang mengupas
masalah ilmu pengetahuan dan telnologi yang sengaja disusun untuk
disampaikan kepada orang-orang tertentu dan dalam kesempatan tertentu.

JENIS KARANGAN/LAPORAN ILMIAH

Karangan/laporan ilmiah dapat dibedakan berdasarkan tujuan penulisannya.

1. Kerta kerja
Kertas kerja ditulis untuk disampaikan kepada kelompok tertentu dalam
suatu pertemuan ilmiah, misalnya dalam seminar, simposium, lokakarya,
konerensi atau kongres. Di samping itu kertas kerja dapat juga ditulis
untuk melengkapi tugas-tugas pada mata kuliah tertentu.

2. Artikel
Artikel ditulis untuk pembaca tertentu, umpamanya untuk dimuat dalam
majalah ilmiah. Jika artikel ini ditujukan untuk orang awam, biasanya
penyajiannya secara populer dan dimuat pada surat kabar atau dalam
majalah umum.

3. Skripsi, Tesis, dan Desertasi
Ketiga jenis karangan ilmiah ini ditulis untuk memperoleh pengakuan
tingkat kesarjanaan dalam suatu perguruan tinggi. Skripsi ditulis
untuk memperoleh gelar Sarjana, tesis untuk memperoleh gelar Master
(S2), dan disertasi untuk memperoleh gelar Doktor. Istilah skripsi
sering disebut dengan istilah lain yaitu tugas akhir untuk persyaratan
memperoleh gelar Sarjana.

4. Laporan
Dalam dunia perusahaan dan instansi pemerintah, kegiatan menulis
laporan memegang peranan penting karena tindakan selanjutnya diambil
berdasarkan laporan yang diterima. Laporan itu ada yang ditulis dalam
jangka waktu tertentu yang disebut laporan periodek, dan ada juga yang
ditulis berdasarkan kebutuhan dan permintaan. Laporan ilmiah biasanya
ditulis oleh staf ahli.

FUNGSI LAPORAN

Dalam perkembangan sistem masyarakat dan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, kedudukan penulisan laporan makin bertambah
penting. Manfaat laporan sangat dirasakan dalam sistem manajemen
modern. Betapa besar manfaatnya dapat dilihat dari fungsi laporan
tersebut.
1. Laporan berfungsi untuk membantu penerima laporan mengambil
keputusan berdasarkan fakta dan gagasan yang dikemukakan penulisnya;
2. Di dalam suatu organisasi yang besar, seorang pemimpin dapat
mengetahui dan mengendalikan perkembangan yang terjadi pada
seksi-seksi yang ada dalam organisasinya dengan mempelajari laporan
yang diterimanya;
3. Bagi seorang pemimpin, laporan dapat mempersingkat jarak dan waktu;
4. Laporan berfungsi juga sebagai penyimpanan ilmu pengetahuan, di
samping sebagai alat penyebarannya;
5. Laporan merupakan wahana yang sangat efektif bagi pemikiran yang kreatif;
6. Laporan dapat juga digunakan untuk menilai kemampuan dan
ketrampilan pembuat laopran.
PENULISAN KARYA ILMIAH

Penulisan karya ilmiah menggunakan bahasa ragam resmi, sederhana, dan
lugas, serta selalu dipakai untuk mengacu hal yang dibicarakan secara
objektif.

Bahan dalam karangan disebut ilmiah apabila lafal, kosa kata,
peristilahan, tata kalimat, dan ejaan mengikuti bahasa yang telah
ditetapkan sebagai pola atau acuan bagi komunikasi, resmi, baik
tertulis maupun lisan.

Kesulitan utama dalam pembakuan bahasa Indonesia ialah dalam bidang
ejaan dan peristilahan. Untuk mengatasi masalah tersebut penulis harus
mengacu pada
1. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD)
2. Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI).

Penulisan Kata

Mengenai penulisan kata, yang masih perlu kita pertahankan adalah
sebagai berikut.

1. Awalan di- dan ke- ditulis serangkai dengan kata dasarnya.

Benar Salah
dikelola di kelola
ketujuh ke tujuh

2. Gabungan kata yang salah satu unsurnya merupakan unsur terikat
ditulis serangkai.

Benar Salah
saptakrida sapta krida
sapta-krida
subseksi sub-seksi
sub-seksi
nonkolaborasi non kolaborasi
non-kolaborasi

3. Bentuk dasar berupa gabungan kata yang mendapat awalan atau akhiran
ditulis dengan membubuhkan tanda hubung (-) di antara unsur gabungan
kata itu.

Benar Salah
bertolak belakang bertolakbelakang
bertolak-belakang
tanda tangani tandatangani
tanda-tangani
mendarah daging mendarahdaging
mendarah-daging
4. Bentuk dasar berupa gabungan kata yang sekaligus mendapat awalan
dan akhiran sekaligus ditulis serangkai.

Benar Salah
melatarbelakangi melatar belakangi
melatar-belakangi
menghancurleburkan menghancur leburkan
menghancur-leburkan
penyebarluasana penyebar luasan
penyebar-luasan
dibumihanguskan dibumi hanguskan
dibumi-hanguskan

5. Bentuk terikat yang diikuti oleh kata yang huruf awalnya huruf
kapital, di antara kedua unsur itu dibubuhkan tanda hubung (-)

Benar Salah
Non-Indonesia nonIndonesia
Non Indonesia
Non-Afrikanisme nonAfrikasnisme
Non Afrikanisme

6. Kata ulang dituliskan dengan menggunakan tanda hubung di antara
kedua unsurnya.

Benar Salah
anak-anak anak anak
undang-undang undang undang
terus-menerus terus menerus

7. Kata depan di atau ke ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya.

Benar Salah
di rumah dirumah
ke mana kemana

8. Kata sandang si ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya.

Benar Salah
si pengirim sipengirim
si penerima sipenerima
si pemalu sipemalu
si pencuri sipencuri

9. Partikel per yang berarti 'tiap' dan mulai ditulis terpisah dari
bagian kalimat yang mendahulu dan mengikutinya. Sebaliknya, per pada
bilangan pecahan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.

Benar Salah
satu persatu turun satu per satu turun
dua pertiga dua per tiga

10. Singkatan nama gelar sarjana kesehatan, dokter, seringkali
dipermasalahkan. Di dalam lingkungan masyarakat muncul singkatan dr.
untuk dokter (kesehatan) dan DR untuk doktor (purnasarjana). Hal ini
saja bertentangan dengan kaidah karena singkatan Dr. diperuntukan bagi
gelar Doktor, sedangkan DR seolah-olah merupakan singkatan kata atau
nama yang sama halnya dengan PT (perseroan terbatas), SD (sekolah
dasar).
11. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan
atau organisasi, nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf kapital,
tidak diikuti tanda titik.

Benar Salah
DPR D.P.R
PT P.T.
SMP S.M.P
SD S.D.

12. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti
satu tanda titik.

Benar Salah
sda. s.d.a
ttd. t.t.d.
yad. y.a.d

13. Lambang kimia, singkatan satuan ukuran timbangan, dan mata uang
tidak diikuti tanda titik.

Benar Salah
cm cm.
Rp Rp.
km km.

14. Akronim nama dari, yang berupa gabungan suku kata atau gabungan
huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf
kaiptal.

Benar Salah
Golkar GOLKAR
Kowani KOWANI
Bappenas BAPPENAS
Penulisan Kata Serapan

Bahasa Indonesia telah menyerap berbagai unsur dari bahasa lain, baik
dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing misalnya bahasa
Sansekerta, Arab, Portugis, Belanda, Inggris dan bahasa asing lain.
Berdasarkan cara masuknya, unsur pinjaman dalam bahasa Indonesia
dibagi menjadi dua golongan, (1) unsur asing yang belum sepenuhnya
terserap ke dalam bahasa Indonesia dan (2) unsur asing yang pengucapan
dan pernulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Untuk
keperluan itu telah diusahakan ejaan asing hanya diubah seperlunya
sehingga bentuk Indonesia masih dapat dibandingkan dengan bentuk
asalnya. Di dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang
Disempurnakan dicantumkan aturan penyesuaian itu. Dapat ditambahkan
bahwa dalam hal ini terutama dikenakan kepada kata dan istilah yang
baru masuk ke dalam bahasa Indonesia, serapan lama yang sudah dianggap
umum tidak selalu harus mengikuti aturan penyelesaian tadi.

Berikut ini contoh serapan itu.

Baku Tidak Baku Baku Tidak Baku
apotek apotik arkeologi arkheologi
atlet atlit akhlak ahlak
atmosfer atmosfir akhir ahir, akir
aktif aktip advis adpis
aktivitas aktipitas advokat adpokat
arkais arkhais adjektif ajktif
asas azas konsekuensi konsekwensi
asasi azasi kualifikasi kwalifikasi
analisis analisa kualitas kwalitas
menganalisis menganalisa kuarsa kwarsa
penganalisisan penganalisaan kuitansi kwitansi
ambulans ambulan kuorum kworum
anggota anggauta kuota kwota
beranggotakan beranggautakan konfrontasi konfrontir
balans balan konsinyasi konsinyir
definisi difinisi diskonsinyasi dikonsinyir
depot depo koordinasi koordinir, kordinir
diferensial differensial dikoordinasi dikoordinir
ekspor eksport konduite kondite
aktrover ektrovert kategori katagori
ekuivalen ekwivalen dikategorikan dikatagorikan
esai esei konsesi kosessi
formal formil kelas klas
februari pebruari klasifikasi kelasifikai
filologi philologi linguistik lingguistik
fisik phisik lazim lajim
foto photo likuidasi likwidasi
frekuensi frekwensi metode metoda
Baku Tidak Baku Baku Tidak Baku
film filem motif motip
hakikat hakekat motivasi motifasi
hierarki hirarki masyarakat masarakat
hipotesis hipotesa mantra mantera
intensif intensip manajemen mangemen
insaf insyaf manajer manager
ikhlas ihlas massa massa (orang banyak)
ikhtiar ihtiar masalah masaalah
impor import masal massal
introver introvert misi missi
istri isteri november nopember
iktikad itikad nasihat nasehat
ijazah ijasah penasihat penasehat
izin ijin nasionalisasi nasinalisir
ilustrasi ilustrasi dinasionalisasikan dinasionalasirkan
jenderal jendral operasional operasianil
jadwal jadual objek obyek
kartotek kartotik ons on
komedi komidi organisasi organisir
konkret konkrit probelm problim
karier karir problematik problimatik
kaidah kaedah positif positip
khotbah khutbah produktivitas produktifitas
berkhotbah berkhutbah produktivitas produktifitas
konsepsional konsepsionil psikis psikhis
konferensi konperensi psikologi psikhologi
kreativitas kreatifitas paspor pasport
kongres konggres putra putera
kopleks komplek putri puteri
katalisis katalisa produksi produsir
kuantum kwantum profesi professi


UNTUK LEBIH LENGKAP SILAKAN DOWNLOAD DI LINK DI BAWAH INI:

http://www.ziddu.com/download/14578825/PENGERTIANKARYAILMIAH.docx.html

--
www.cairudin.blogspot.com
www.cairudin2blogspot.com
www.rudien87.wordpres.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar